The Game Of Thrones

 

THE GAME OF THRONES

Judul diatas adalah dari blockbuster TV series yang amat terkenal

Permainan tahta ada dimana-mana : didunia politik, dunia busines, dan parahnya sudah meraja lela dalam dunia pelayanan.

Seharusnya dalam persekutuan orang - orang kudus ( gereja ) tidak dikenal persaingan siapa yang terbesar. Tidak dikenal pamer gelar didepan dan dibelakang namanya untuk menciptakan kesan kewibawaan dan otoritas.

Kepala Gereja tidak memiliki gelar yang dipamerkan dan bahkan DIA siap mengorbankan diriNya untuk anda dan saya.

Itu sebabnya digereja hanya dikenal satu predikat : PELAYAN.

Semua saling melengkapi dan tidak ada yang menonjolkan diri.

Digereja tidak ada TAHTA yang diperebutkan, saling sikut dan saling melempar issu.

Parahnya gereja pecah karena perebutan TAHTA yang justru dimulai dari para Rohaniawan yang seharusnya memberikan contoh sebagai pelayan dan bukan sebagai PENGUASA.

Sang PENGUASA ingin duduk dan menguasai TAHTA nya selama2nya dan tidak rela menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada yang lain.

Dalam dunia pelayanan semua harus diberikan peluang untuk berkembang dan tidak dibatasi karena takut tersaingi dan mengganggu kepentingan diri.

TAHTA adalah milik DIA dan bukan milik seorang pribadi. Urapan adalah milikNya dan tidak dijadikan tujuan mengobarkan diri sebagai Rohaniawan SAKTI dan HEBAT.

Mimbar bisa dengan mudah disalah gunakan kalau tidak ada CHECK AND BALANCE ( pencegahan kekuasaan ) dalam organisasi pelayanan. KATA PENDETA BUKAN KATA TUHAN dan diapun harus dikoresi agar gereja tetap terpelihara dengan sehat dan benar.

Budaya keseganan dan pembiaran yang sangat kuat dalam gereja harus dieliminasi untuk mencegah TAHTA menjadi milik pribadi sang Rohaniawan.

Selamat menikmati lagu GLORY-GLORY bersama JIMMY SWAGGART.

Link: https://youtu.be/UrLO6-ngAus


Semoga bermanfaat,

Jopie Manduapessy