SAMPAI SEJAUH INILAH DAMPAK BURUKNYA!
Jadi sekali lagi perhatikanlah hal-hal di bawah ini,
dampak buruk jika kamu sudah
ketagihan nonton di TV/Youtube/Internet dan
main games:
a. Kehilangan empati
Rasa empati dan nilai kesopanan menipis, kamu menjadi
kurang peduli dengan lingkungannya dan menjadi kasar dalam perkataan dan
kelakuan.
b. Malas
Kamu cenderung menjadi malas karena pelajaran sekolah tidak semenarik dibanding
dengan apa yang kamu tonton atau mainkan.
c. Konsumtif
Kamu bisa menjadi lebih konsumtif karena pengaruh iklan di internet/TV. Kamu akan meniru untuk memiliki dan memakai apa yang diiklankan
itu.
d. Obesitas
Kamu bisa obesitas. Mengapa? Karena kamu biasanya nonton
sambil ngemil atau minum soft drink yang kadar gulanya begitu banyak.
Sementara anda tidak bergerak berjam-jam jam setiap hari di sofa/tempat tidur!
e. Anti Sosial
Kamu akan sulit bersosialiasa dengan teman dan
lingkungannya bahkan dengan orang tuamu sendiri. Sangat miskin dalam berkomunikasi secara
verbal. Kamu menjadi kasar baik dalam
kata-kata maupun kelakuan, melanggar norma yang nyata berlaku dalam masyarakat. Karena tingkah laku dan etikamu sudah
dipengaruhi oleh contoh-contoh buruk dalam games dan apa yang kamu tonton itu.
f.
Selective Mutetism Syndrom (SMS)
Karena kamu biasa asyik main games atau nonton
sendiri (mengurung diri di rumah/ di kamar) dan sudah berlangsung
bertahun-tahun, kamu tanpa sadar jadi
jarang mengelurakan kata-kata yang
terucap dari mulut. kamu jadi males
bicara, omongan jadi irit. Ditambah
lagi jika kamu merasa sendiri tidak punya teman dan ada muncul rasa tidak
nyaman atau curiga ketika bertemu dengan orang lain yang tidak dikenal maka
kamu akan semakin mengunci mulut untuktidak
berbicara, dan akibatnya kamu
akan sesulitan bicara, kesulitan mengungkapkan pikiranmu secara verbal sekalipun kamu sudah duduk di bangku
SMA.
Jika kamu mengalami kesulitan dan kecemasan untuk berbicara bicara kepada orang lain serta hanya mau bicara kepada orang yang kamu pilih saja atau hanya dengan orang yang sudah kamu kenal dengan baik saja, itu berarti kamu mengalami SMS!
ATS (
Accelerated Thought Syndrome) adalah kondisi dimana cara berfikirmu terlalu cepat atau meloncat-loncat.
Bagaimana tidak, dalam satu seri/episode
permainan dalam game menampilkan begitu banyak karakter/perilaku yang berbeda
yang protagonist lebih-lebih yang antagonis.
Bahkan dalam setiap 60 menit tayangan TV bisa menampilkan 60 karakter/ sifat/ kelakuan
yang berbeda (Orang baik yang malang, orang jujur yang menderita, polisi yang
arogan, penjahat yang keji, rohaniawan yang munafik, ibu yang lemah, bapak yang
kasar, remaja yang murahan, dst.).
Juga, dalam setiap episode adegan-adegan
atau alur cerita yang cepat berubah membuat pikiranmu terpola seperti itu juga. Lebih-lebih iklan! Pesan yang ingin
disampaikannya puluhan bahkan ratusan
yang untuk mencapainya diperlukan waktu bulanan atau tahunan tetapi hanya dikemas
dalam waktu 30 detik!
Akibatnya:
1. Kamu menjadi anak yang tidak puas dengan kenyataan
Kamu sebagai penderita ATS akan suka membandingkan realita (yaitu orang-orang di sekitar anda yang nyata, seperti: guru, bapak, ibu, kakak, adiknya) dengan tokoh yang kamu tonton.
Hal ini membuat kamu menyangsikan, protes, tidak puas dengan kenyataan disekitarnya. Jika orang-orang disekitarmu tidak lebih baik dari tokoh yang baik yang ada di TV dan di games akan kamu cela.
2. Kamu akan suka pilih-pilih.
Kamu akan memilih-milih guru, teman, materi pelajaran, mainan, lingkungan, dll. Yang kamu pilih adalah yang memenuhi imaginasimu dan mendekati dengan tokoh idolamu itu!
3. Hiperaktif dan moody, reaktif, tidak sabaran.
Karena kamu menderita ATS maka kamu akan
memiliki cara pikir loncat-loncat, acak dan reaktif karena apa yang kamu mainkan di games atau yang dilihat di
TV/You tube juga demikian.
Segala sesuatunya cepat, instan, alurnya loncat-loncat, seketika dan bombastis (padahal semua itu tidak seperti kenyataan)
tetapi anda mengiranya sebagai
kenyataan. (contoh: adegan/cerita: dari
miskin tiba-tiba jadi kaya, dari lemah tiba-tiba jadi sakti, dari sehat tiba tiba jadi sakit,
dll. Iklan: hanya sekali oles dengan cream tertentu dari kulit coklat menjadi putih, dari penuh jerawat jadi mulus, dll). Pesan yang manipulasi
menjadi berhasil.
4. Menjadi Soliter
Kebalikan dari hiperaktif, kamu akan menjadi suka menyendiri,tidak bisa
bersosialisasi dan merasa tidak butuh orang lain, kamu hidup sendiri dengan imaginasi hasil dari games dan tontonan TV/Youtube yang sudah mengikatmu.
5. Hidup seperti di dunia lain
Ketika di sekolah saat guru mengajar atau di rumah saat ortunya berbicara kamu tidak bisa diam, gelisah, tidak bisa tenang, tidak
fokus, pikirannya melayang, berbicara sendiri. Kamu di
dunia sendiri dan guru, teman dan
ortunya di dunia lain.
6. Perilaku seperti anak autis
Kamu yang mengalami ATS akan
sering melakukan gerakan-gerakan kompulsif (tidak terkendali) ,
tindakan-tindakan tertentu dan
berkata-kata sendiri tanpa bisa kamu kendalikan dan sadari sebagai refleksi dari pikiran atau ide-Ide yang memenuhi otak
hasil dari tonton dan games yang kamu mainkan.
7. Suka mengganggu orang lain
Tanpa sadar hal ini kamu lakukan karena kamu meniru dan mempraktikkan yang kamu lihat/mainkan, kamu pikir temanmu bisa kamu pakai sebagai obyek percobaan yang ada di otakmu!
8. Mudah lelah
Sekalipun kamu tidak berolah raga/kerja keras, tetapi karena pikiranmu “kemrungsung” (karena terlalu banyak yang masuk/ banyak yang di pikir dan gelisah), maka kamu menjadi
lelah sekali di setiap hari yang kamu jalani, apalagi jika
bangun pagi!
9. Tidak bisa tenang dan tidak bisa menikmat
hal-hal kecil
Karena kamu mengalami ATS kamu
tidak bisa menimati hal-hal
kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari (tidak bisa saat teduh, doa, sulit mengkhususkan waktu untuk belajar dengan
tenang)
10. Kamu akan tidak cukup tidur, mudah marah, mudah cemas akan hal-hal yang belum terjadi.
11. Kamu akan menjadi anak yang pelupa, kurang konsentrasi, tidak menyukai urutan dan aturan.
12. Kamu kadang akan mengalami masalah psikosomatis: sakit kepala, nyeri otat, detak jantung yang cepat, sakit lambung.
A. SOLUSI:
Pertama, setelah
tahu dampak buruknya, apa yang harus kamu lakukan sekarang? Kamu harus
berkomitmen dan mau mendisplin diri untuk membatasi waktu main atau
nontonmu! Kamu harus susun skala prioritas dalam kegiatan hidupmu
sehari-hari. Mana yang harus didahulukan, mana yang lebih penting, mana yang lebih mendesak, mana yang lebih
bermanfaat untuk dikerjakan!
Kedua, Kamu memang bukan Robot, tetapi kamu bisa hidup teratur dengan kamu membuat time management. Atur sendiri kegiatanmu dengan kamu membuat jadwal harian. Mengapa seseorang bisa terjebak nonton atau main berjam-jam dalam sehari? Karena dia tidak punya jadwal harian. Hidupnya “mengalir” saja. Tidak tahu habis pulang sekolah mau apa, setelah makan malam mau apa atau sebelum tidur mau apa, sehingga dia berkata: “Tau ah… main game aja!”
Ketiga, buatlah personal
goals (apa saja target pribadiku yang harus aku capai atau selesaikan)
perhari atau perminggu. Kamu perlu
membuat target dari setiap kegiatan termasuk pelajaran sekolahmu,
misalnya: “Hari ini aku harus bisa
menyelesaikan bacaan bab V.” “ hari ini
PR harus selesai, sekalipun dikumpulkannya minggu depan.”, “Setiap hari aku harus olah raga sama teman 1
jam.“ “Besok ulangan harianku harus
dapat 9.”
Baik jadwal
pribadi maupun personal goalsmu ini bukan harga mati yang harus dicapai persis
seperti itu, tetapi paling tidak dengan kamu memilikinya kamu menjadi terarah.
Tidak ada istilah waktu kosong, tidaka akan ada “penumpang gelap” karena semua
sudah diataur dan akan “membunuh” pikiran ngelantur dan rasa bosanmu yang biasanya pelariannya ke games
dan nonton! Jika kamu bisa mendisiplin
diri seperti contoh-contoh di atas maka kamu akan menjadi fokus dan
mendedikasikan waktu , tenaga dan pikiranmu ke hal-hal itu. Sedang nonton atau
main games hanya akan menjadi hiburan atau refreshing secukupnya saja!
Keempat, pilih
teman yang baik, jauhi teman yang membawa pengaruh buruk. Kamu bisa main games makin lama dan makin
sering biasanya karena kamu ada teman yang mengajak main di seberang sana. Kamu
selalu ditantang, dipanas-panasi, tidak jarang mereka akan membully/meledek
kamu jika kamu berhenti main. Demikian
juga dengan tontonan, ada teman-temanmu yang pembicaraannya hanya soal tontonan
itu. Dia begitu agresif mengajak kamu
membahasnya setiap hari, mendesak-desakmu untuk mengikuti kisahnya ditambah
embel-embel kalau kamu tidak mengikutinya kamu bukan friend dan tidak level, sehingga kamu terjebak menjadi penonton
setia yang berjam-jam dalam sehari! Ini
adalah racun. Hindari teman-teman yang
seperti ini
Jika kamu tidak terlalu bisa mendisiplin diri, bekerja samalah dengan
orangtua atau pembimbing rohani , Guru atau
saudara yang lebih tua untuk mengawasi dan mengingatkan. Mereka akan dapat membantumu:
a.
Batasi dengan tegas waktu main
games dan menonton TV/Youtube dan main
games
b.
Memilihkan materi tontonan dan
Games yang penting dan bermanfaat saja
c.
Mendampingmu saat main/nonton
d. Mengingatkanmu untuk tidak
bermain/nonton di kamar atau sendirian. Merka akan berusaha menempatkan Gadget/TV/komputer
di ruang keluarga atau yang terbuka.
e.
Mereka akan selalu
mendorongmu untuk bergabunglah ke dalam komunitas (kelompok belajar, kelompok
minat, kelompok ke rohanian). Ini sangat baik, yang menolongmu menjadi mahluk
solider bukan soliter!