DAMPAK BURUK KETAGIHAN NONTON DAN MAIN GAMES DAN SOLUSINYA (BAG. III)

SAMPAI SEJAUH INILAH DAMPAK BURUKNYA!

Jadi sekali lagi perhatikanlah hal-hal di bawah ini, dampak  buruk jika kamu sudah ketagihan nonton di TV/Youtube/Internet dan main games:

a.      Kehilangan empati

Rasa empati dan nilai kesopanan menipis, kamu menjadi kurang peduli dengan lingkungannya dan menjadi kasar dalam perkataan dan kelakuan.

b.      Malas

Kamu cenderung menjadi malas karena pelajaran sekolah tidak semenarik  dibanding dengan apa yang kamu tonton atau mainkan.

c.       Konsumtif

Kamu bisa menjadi lebih konsumtif karena pengaruh iklan di internet/TV.  Kamu akan meniru untuk memiliki dan memakai apa yang diiklankan itu.

d.      Obesitas

Kamu bisa obesitas. Mengapa? Karena kamu biasanya nonton sambil ngemil atau minum soft drink yang kadar gulanya begitu banyak. Sementara anda tidak bergerak berjam-jam jam setiap hari di sofa/tempat tidur!

e.       Anti Sosial

Kamu akan sulit bersosialiasa dengan teman dan lingkungannya bahkan dengan orang tuamu sendiri.  Sangat miskin dalam berkomunikasi secara verbal. Kamu  menjadi kasar baik dalam kata-kata maupun kelakuan, melanggar norma yang nyata  berlaku dalam masyarakat.  Karena tingkah laku dan etikamu sudah dipengaruhi oleh contoh-contoh buruk dalam games dan apa yang kamu tonton itu.

f.       Selective Mutetism Syndrom (SMS)

Karena kamu biasa asyik main games atau nonton sendiri (mengurung diri di rumah/ di kamar) dan sudah berlangsung bertahun-tahun,  kamu tanpa sadar jadi jarang mengelurakan kata-kata  yang terucap dari mulut.  kamu jadi males bicara, omongan jadi irit.   Ditambah lagi jika kamu merasa sendiri tidak punya teman dan ada muncul rasa tidak nyaman atau curiga ketika bertemu dengan orang lain yang tidak dikenal maka kamu akan semakin mengunci mulut untuktidak  berbicara,  dan akibatnya kamu akan sesulitan bicara, kesulitan mengungkapkan pikiranmu  secara verbal sekalipun kamu sudah duduk di bangku SMA.  

Jika kamu mengalami kesulitan dan kecemasan untuk berbicara bicara kepada orang lain serta hanya mau bicara kepada orang yang kamu pilih saja atau hanya dengan orang yang sudah kamu kenal dengan baik saja, itu berarti kamu mengalami SMS!


g.      Mengalami sindrom ATS

ATS ( Accelerated Thought Syndrome) adalah kondisi dimana cara berfikirmu terlalu cepat atau  meloncat-loncat.

Bagaimana tidak, dalam satu seri/episode permainan dalam game menampilkan begitu banyak karakter/perilaku yang berbeda yang protagonist lebih-lebih yang antagonis.  Bahkan dalam setiap 60 menit tayangan TV bisa menampilkan 60 karakter/ sifat/ kelakuan yang berbeda (Orang baik yang malang, orang jujur yang  menderita, polisi yang arogan, penjahat yang keji, rohaniawan yang munafik, ibu yang lemah, bapak yang kasar, remaja yang murahan, dst.).

Juga, dalam setiap episode adegan-adegan atau alur cerita yang cepat berubah  membuat pikiranmu terpola seperti itu juga.  Lebih-lebih iklan!  Pesan yang ingin disampaikannya puluhan bahkan  ratusan yang untuk mencapainya diperlukan waktu bulanan atau tahunan tetapi hanya dikemas dalam waktu 30 detik!

Akibatnya:

 1.  Kamu menjadi anak yang tidak puas dengan kenyataan

          Kamu  sebagai penderita ATS akan suka membandingkan realita (yaitu orang-orang di sekitar anda yang nyata, seperti: guru, bapak, ibu, kakak, adiknya)  dengan  tokoh yang kamu tonton.

          Hal ini membuat kamu menyangsikan, protes, tidak puas dengan kenyataan disekitarnya. Jika orang-orang disekitarmu tidak lebih baik dari tokoh yang baik yang ada di TV  dan di games akan kamu cela.

2.  Kamu akan suka pilih-pilih.

         Kamu akan memilih-milih guru, teman, materi pelajaran, mainan, lingkungan, dll. Yang kamu pilih adalah yang memenuhi imaginasimu dan mendekati dengan tokoh  idolamu itu!

3.  Hiperaktif dan moody, reaktif, tidak sabaran.

      Karena kamu menderita ATS  maka kamu akan memiliki cara pikir loncat-loncat, acak dan reaktif  karena apa yang kamu mainkan di games atau yang  dilihat di TV/You tube juga demikian.  Segala sesuatunya cepat, instan, alurnya loncat-loncat, seketika dan bombastis (padahal semua itu tidak seperti kenyataan) tetapi anda mengiranya sebagai kenyataan.  (contoh: adegan/cerita: dari miskin tiba-tiba jadi kaya, dari lemah tiba-tiba jadi sakti,  dari sehat tiba tiba jadi sakit, dll. Iklan: hanya sekali oles dengan cream tertentu dari kulit coklat menjadi putih, dari penuh  jerawat jadi mulus, dll).  Pesan yang manipulasi menjadi berhasil.

4.   Menjadi Soliter

     Kebalikan dari hiperaktif, kamu akan menjadi suka menyendiri,tidak bisa bersosialisasi dan merasa tidak butuh orang lain,  kamu hidup sendiri dengan  imaginasi hasil dari games dan  tontonan TV/Youtube  yang sudah mengikatmu.

 5.  Hidup seperti di dunia lain

          Ketika di sekolah saat guru mengajar atau di rumah  saat ortunya berbicara kamu tidak bisa diam, gelisah, tidak bisa tenang, tidak fokus, pikirannya melayang, berbicara sendiri.  Kamu di dunia  sendiri dan guru, teman dan ortunya di dunia lain.

6.   Perilaku seperti anak autis

      Kamu yang mengalami ATS akan sering melakukan gerakan-gerakan kompulsif (tidak terkendali) , tindakan-tindakan  tertentu dan berkata-kata sendiri tanpa bisa kamu kendalikan dan  sadari sebagai refleksi  dari pikiran atau ide-Ide yang memenuhi otak hasil dari tonton dan games yang kamu mainkan.

 7.  Suka mengganggu orang lain

     Tanpa sadar hal ini kamu lakukan karena kamu meniru dan mempraktikkan yang kamu lihat/mainkan, kamu pikir temanmu bisa kamu pakai sebagai obyek percobaan yang ada di otakmu!

8.  Mudah lelah

     Sekalipun kamu tidak berolah raga/kerja keras, tetapi  karena pikiranmu “kemrungsung”  (karena terlalu banyak yang masuk/ banyak yang di pikir dan gelisah), maka kamu  menjadi lelah sekali di setiap hari yang kamu jalani, apalagi jika bangun pagi!

9.  Tidak bisa tenang dan tidak bisa menikmat hal-hal kecil

      Karena kamu mengalami ATS kamu tidak bisa menimati hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari (tidak bisa saat teduh, doa, sulit mengkhususkan waktu untuk belajar dengan tenang)

10. Kamu akan tidak cukup tidur, mudah marah, mudah cemas akan hal-hal yang belum terjadi.

11. Kamu akan menjadi anak yang pelupa, kurang konsentrasi, tidak menyukai urutan dan aturan.

12.  Kamu kadang akan mengalami masalah psikosomatis: sakit kepala, nyeri otat, detak jantung  yang cepat, sakit lambung.

 

A.    SOLUSI:


Pertama, setelah tahu dampak buruknya, apa yang harus kamu lakukan sekarang? Kamu harus berkomitmen dan mau  mendisplin diri  untuk membatasi waktu main atau nontonmu!  Kamu harus susun skala prioritas dalam kegiatan hidupmu sehari-hari.  Mana yang harus didahulukan,  mana yang lebih penting,  mana yang lebih mendesak, mana yang lebih bermanfaat untuk dikerjakan!  

 

Kedua, Kamu memang bukan Robot, tetapi kamu bisa hidup teratur dengan kamu  membuat time management.  Atur sendiri kegiatanmu dengan kamu membuat jadwal harian.  Mengapa seseorang bisa terjebak nonton atau main berjam-jam dalam sehari?  Karena dia tidak punya jadwal harian.  Hidupnya “mengalir” saja.   Tidak tahu habis pulang sekolah mau apa, setelah makan malam mau apa atau sebelum tidur mau apa, sehingga dia berkata: “Tau ah… main game aja!”


Ketiga,  buatlah personal goals (apa saja target pribadiku yang harus aku capai atau selesaikan) perhari atau perminggu. Kamu perlu  membuat target dari setiap kegiatan termasuk pelajaran sekolahmu, misalnya:  “Hari ini aku harus bisa menyelesaikan bacaan  bab V.” “ hari ini PR harus selesai, sekalipun dikumpulkannya minggu depan.”,  “Setiap hari aku harus olah raga sama teman 1 jam.“   “Besok ulangan harianku harus dapat 9.”  

 

Baik jadwal pribadi maupun personal goalsmu ini bukan harga mati yang harus dicapai persis seperti itu, tetapi paling tidak dengan kamu memilikinya kamu menjadi terarah. Tidak ada istilah waktu kosong, tidaka akan ada “penumpang gelap” karena semua sudah diataur dan akan “membunuh” pikiran ngelantur dan rasa  bosanmu yang biasanya pelariannya ke games dan nonton!  Jika kamu bisa mendisiplin diri seperti contoh-contoh di atas maka kamu akan menjadi fokus dan mendedikasikan waktu , tenaga dan pikiranmu ke hal-hal itu. Sedang nonton atau main games hanya akan menjadi hiburan atau refreshing  secukupnya saja!

 

Keempat, pilih teman yang baik, jauhi teman yang membawa pengaruh buruk.  Kamu bisa main games makin lama dan makin sering biasanya karena kamu ada teman yang mengajak main di seberang sana. Kamu selalu ditantang, dipanas-panasi, tidak jarang mereka akan membully/meledek kamu jika kamu berhenti main.  Demikian juga dengan tontonan, ada teman-temanmu yang pembicaraannya hanya soal tontonan itu.  Dia begitu agresif mengajak kamu membahasnya setiap hari, mendesak-desakmu untuk mengikuti kisahnya ditambah embel-embel kalau kamu tidak mengikutinya kamu bukan friend dan tidak level, sehingga kamu terjebak menjadi penonton setia yang berjam-jam dalam sehari!  Ini adalah racun.  Hindari teman-teman yang seperti ini

 

Jika kamu tidak terlalu bisa mendisiplin diri, bekerja samalah dengan orangtua atau pembimbing rohani , Guru atau  saudara yang lebih tua untuk mengawasi dan mengingatkan.  Mereka akan dapat membantumu:

a.       Batasi dengan tegas waktu main games dan menonton TV/Youtube dan  main games

b.      Memilihkan materi tontonan dan Games yang penting dan bermanfaat saja

c.       Mendampingmu saat main/nonton

d.    Mengingatkanmu untuk tidak bermain/nonton di kamar atau sendirian.  Merka akan berusaha menempatkan Gadget/TV/komputer di ruang keluarga atau yang terbuka.

e.       Mereka akan selalu mendorongmu  untuk bergabunglah  ke dalam komunitas (kelompok belajar, kelompok minat,  kelompok ke rohanian).  Ini sangat baik, yang menolongmu menjadi mahluk solider bukan soliter!